Sumbar

Bukan Tempat Selfie, Bendungan Koto Pulai Berbahaya

Bendungan Koto Pulai
Bendungan Koto Pulai | Foto: @denica.fernando09

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak beraktifitas di Check Dam (Bendungan Penahan Sedimen) Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah. Selain membahayakan bagi warga, bendungan itu juga merupakan daerah rawan bencana.

“Kita imbau kepada seluruh warga supaya tidak beraktifitas apapun di sekitar Check Dam Koto Pulai,” ujar Mahyeldi, Kamis (22/12).

Bendungan Koto Pulai ambruk beberapa waktu lalu. Air bah menghantam bendungan hingga jebol. Akibat kejadian itu, lokasi ini seperti air terjun terbesar. Kini, lokasi bendungan dikunjungi banyak orang. Bendungan yang mirip air terjun Niagara itu menjadi objek wisata dadakan.

“Di atas bendungan itu kini cukup banyak material, termasuk besi penyangga bendungan yang sewaktu-waktu bisa terseret air dan menimpa warga yang mandi atau berfoto di lokasi itu. Begitu juga di bawahnya, di dalam air terdapat material besi yang membahayakan,” terang Mahyeldi.

Tidak itu saja, sewaktu-waktu air bah bisa saja datang menghantam warga yang berada di bawah bendungan. Karena menurut warga setempat, setiap hujan deras di hulu, air bah selalu datang hingga sampai ke bendungan, meski saat itu tidak terjadi hujan di seputar bendungan tersebut.

loading...

Imbauan yang disampaikan Walikota Padang seiring dengan imbauan yang sama dari Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Dalam surat imbauan yang disampaikannya kepada Walikota Padang, terdapat lima poin berisi imbauan. Salah satunya imbauan agar seluruh jajaran Pemko Padang untuk mengingatkan warga agar tidak beraktifitas di Check Dam Koto Pulai.

“Kita berharap Balai Wilayah Sungai Sumatera V segera memperbaikinya,” harap Walikota Padang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah mempromosikan maupun merekomendasikan bendungan tersebut sebagai tempat wisata. Menurutnya, dengan mempromosikan objek tersebut sama saja dengan mengundang warga bertemu musibah.

“Kita tidak pernah promosikan lokasi tersebut, kami minta warga untuk tidak berfoto di sana dan mempromosikannya, sebab bendungan ini cukup berbahaya bagi pengunjung,” terangnya. (Humas Kota Padang/Charlie)

Komentar

To Top
Loading...