Lainnya

Padangpariaman Akan Menjadi Tuan Rumah Konferensi Nasional Pengurangan Risiko Bencana

Konferensi Nasional Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KNPRBBK) akan diselenggarakan di Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, pada 1-5 Juni 2013.

Wakil Koordinator Panitia KNPRBBK IX, Khalid Saifullah, mengatakan, KNPRBBK tahun ini merupakan yang kesembilan sejak digelar kali pertama di Yogyakarta pada 2004.

“KNPRBBK IX berbeda dari KNPRBBK yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Konsepnya kita langsung melaksanakan kegiatan di lapangan bersama komunitas masyarakat,” jelas Khalid.

Karenanya, panitia juga melibatkan masyarakat, terutama masyarakat dan pemerintahan nagari di lokasi kegiatan, serta perwakilan dari wilayah lain yang tergabung dalam forum-forum pengurangan risiko bencana.

“Hal yang menjadi pembeda utama adalah bahwa perwakilan masyarakat berkesempatan memaparkan hasil studi lapangannya dalam rangkaian workshop,” papar pria yang juga menjabat Direktur LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar itu.

KNPRBBK tahun ini mengusung tema perempuan, anak, lansia dan kelompok berkebutuhan khusus. Tema ini akan dipertajam melalui serangkaian lokakarya yang mendiskusikan keterlibatan kelompok-kelompok tersebut dalam ketangguhan komunitas masyarakat terhadap bencana.

“Sejauh ini persiapan untuk segala kebutuhan konferensi sudah lebih 65 persen,” ungkap Khalid.

Sementara itu, Ketua Sekolah Lapangan FIELD-Bumi Ceria Nagari Batu Kalang, Kartini Usman, mengatakan, tema tersebut sangat cocok karena kalangan perempuan, anak, lansia, dan kelompok berkebutuhan khusus selama ini hanya dianggap menjadi korban bencana.

“Padahal mereka kan juga bisa menjadi aktor utama dalam mendukung ketangguhan komunitas masyarakat,” cetus Kartini.

Dalam pandangannya, semua pihak semestinya dapat menjadi aktor utama dalam mendukung ketangguhan masyarakat atas bencana. Kelompok-kelompok itu, selain dapat berfungsi menolong dirinya sendiri, juga dapat menolong orang lain. Perempuan misalnya, pada saat bencana dapat berfungsi sebagai perawat korban yang luka-luka.

”Dalam masa pra-bencana, kaum perempaun, anak, lansia, dan kelompok berkebutuhan khusus, dapat membangun lumbung pangan di pekarangannya. Lumbung pangan merupakan cadangan pangan ketika terjadi bencana,” pungkasnya.

okezone/ton