Don't Miss it

Patahan Sumatera Masih Ancam Sumbar

Maraknya gempa akhir-akhir ini di wilayah Sumatra membuat Koordinator Manager Pusdalops PB BPBD , Ade Edward bersuara keras menegaskan perlu adanya relokasi untuk daerah yang rawan bencana. Hal ini dirasa perlu mengingat banyaknya korban berjatuhan saat bencana terjadi.

“Kedepan relokasi wilayah pemukiman yang sangat terancam sebaiknya dilaksanakan sebelum terjadinya bencana sebagai bagian upaya . Relokasi tidak lagi sebagai program rehab/rekon, tetapi harusnya sebagai program bencana,” tegasnya pada Singgalang.

Lebih jauh Ade mengatakan, wilayah pemukiman di tebing terjal, sebaiknya mulai dipikirkan relokasinya ke wilayah yang lebih aman dari longsoran gempa dengan konstruksi bangunan teknologi tepat guna yang lebih aman gempa. Untuk itu, ia meminta pemerintah cepat tanggap, jangan menunggu korban berjatuhan dulu baru dilakukan relokasi.

“Bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memaparkan bahwa ada tiga wilayah rawan gempa dan berpotensi tsunami di Indonesia. Yaitu Sumatra Barat (Kepulauan Mentawai), Barat Daya Selat Sunda (Lampung dan Banten) dan Selatan Bali,” tutur Ade.

Ia juga meminta agar warga di Pulau Mentawai direlokasi ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, wilayah Sumatera Barat memiliki dua lempeng yang rawan terjadi gempa bumi dengan potensi tsunami.

Selain mendorong masyarakat membangun rumah anti gempa, ia juga mengingatkan agar pendirian tempat tinggal dilakukan di wilayah aman dan jauh dari potensi bencana.

Ade menjelaskan, sesar/patahan Sumatra yang membentang sepanjang 1.900 Km (dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko di Selatan Lampung), membentang paralel dengan palung/zona subduksi sebagai pengaruh dari konvergensi Lempeng Eurasia dengan Lempeng Indo-Australia. Dari 19 segmen patahan Sumatera, 7 diantaranya terdapat di wilayah Provinsi Sumatra Barat dan akan berdampak langsung terhadap masyarakat yang berada pada zona-zona rentan.

“Adapun ketujuh segmen tersebut adalah segmen Siulak (2.250S ~ 1.70S), segmen Suliti (1.750S ~ 1.00S), segmen Sumani (1.00S ~ 0.50S), segmen Sianok (0.70S ~ 0.10N), segmen Sumpur (0.10N ~ 0.30N), Segmen Barumun (0.30N ~ 1.20N) dan Angkola.

Segmen angkola
Ujung Utara segmen ini bermula pada lembah Batang Toru, menyisir lembah Sungai Batang Angkola dan Batang Gadis di wilayah Sumatra Utara. Sementara ujung Selatannya berada di wilayah Sumatra Barat di dekat lembah Batang Pasaman. Panjang segmen 160 Km dengan potensi kekuatan gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,6.

Kerusakan serius dilaporkan pernah terjadi pada tahun 1892 di sepanjang lembah Batang Gadis dan Sungai Angkola diantara Malintang dan Lubuk Raya Volcanoes.

Segmen barumun
Ujung Utara berada di wilayah Sosopan Julu, Sumatra Utara, menyusuri Lembah Sungai Barumun. Bagian Selatan segmen ini berada di wilayah Provinsi Sumatra Barat. Panjang segmen 125 Km dengan potensi kuat gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,6.

harian singgalang/Suswinda Ningsih