+Berita Pilihan

Sumbar Bangun Asrama Haji Baru

oleh -
0
ilustrasi

ilustrasi

Antara Sumbar — Kantor Wilayah Kementerian Agama bersama pemerintah provinsi setempat merencanakan mulai pembangunan baru di atas lahan seluas 10 hektare pada tahun 2014.

“Kita sudah mendapatkan sinyal dari pemerintah pusat melalui Kemenag, anggaran untuk pembangunan asrama haji baru dialokasi sebesar Rp35 miliar,” Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumbar Syahrul Wirda di Padang, Rabu.

Syahrul Wirda merupakan Kakanwil Kemenag Sumbar yang baru menggantikan pejabat lama Ismail Usman. Menurut Syahrul, rencana pembangunan asrama haji di kawasan Ketaping, Kabupaten Padangpariaman sudah sejak lama dan lahan yang dicadangkan sudah dibebaskan. Jadi, tak ada masalah lagi masalah lahan karena sertifikat sudah diserahkan Pemkab Padangpariaman ke Kanwil Kemenag Sumbar.

“Pembangunan asrama haji baru tersebut, diperkirakan bisa menghabiskan anggaran lebih sekitar Rp250 miliar, maka diminta proyeknya multiyear (berlanjut),” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kakanwil Kemenag yang diamanatkan untuk mempertahankan embarkasi Padang, agar jumlah kuota jemaah dari Jambi dan Bengkulu tidak lepas ke embarkasi lain.

Pesan itu, disampaikan sesepuh yang juga mantan Kakawil Kemenag Darwas yang diberi kesempatan untuk memberi sambutan dalam acara serah terima jabatan tersebut. Darwas sangat menyayangkan calon jemaah haji Bengkulu sudah ada embarkasi antara, padahal sudah ada kesepakatan bersama tiga gubernur (Sumbar, Jambi dan Bengkulu) berlangsung untuk sepuluh tahun.

Syahrul menanggapi hal itu, pihak berupaya mempertahankan embarkasi Padang yang sudah cukup lama diperjuangkan gubernur dan DPRD provinsi, tentunya kembali merujuk pada nota kesepahaman kepala daerah tersebut.

Oleh karena itu, Sebenarnya, menurut dia, meski calon jemaah haji Bengkulu sudah melalui embarkasi antara, tapi namanya tetap melalui embarkasi Padang, hanya saja tidak menginap di asrama.

“Kini pelaksanaan pemberangkatan calon jemaah haji berjalan lancar. Begitu saat pemulangan nanti tak ada kendala berarti,” ujarnya.

AntaraSumbar/foto: Padang Ekspress