Artikel

6 Stadion yang Megah dan (Pernah) Berjaya di Sumatera Barat

Stadion, sebuah bangunan yang umumnya digunakan untuk menyelenggarakan acara olahraga, di mana di dalamnya terdapat lapangan atau pentas yang dikelilingi tempat berdiri atau duduk bagi penonton. Stadion modern seringkali mempunyai atap di tribun penonton, tetapi ada pula stadion yang tak beratap sama sekali maupun yang malah menutupi keseluruhan stadion (stadion berbentuk kubah, dome). Meskipun masih terdapat banyak stadion yang dirancang agar penontonnya berdiri, demi alasan keselamatan ada stadion-stadion yang kini telah memasang bangku bagi seluruh penontonnya. Di Indonesia, stadion terbesar adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, yang dapat menampung sekitar 88.306 penonton.

Di Sumatera Barat, pembangunan stadion yang representatif selalu diinginkan oleh masyarakatnya yang menggila olahraga sepakbola. Beberapa stadion telah dibangun dan masih bertahan hingga saat ini meskipun ada yang sudah berubah kegunaan dari awal maksud didirikan. Berikut adalah beberapa stadion di Sumatera Barat yang megah dan pernah berjaya di Sumatera Barat:

1. Stadion H. Agus Salim (Padang)

Pengembangan dan pengelolaan kawasan GOR H. Agus Salim telah sepenuhnya berada di tangan Pemko Padang. Untuk itu Pemko pun berencana untuk segera melakukan perbaikan serta pengembangan.

Stadion H. Agus Salim, Padang

Stadion yang awalnya dibangun oleh Pemerintah Daerah Tk. I Sumatera Barat itu dimaksudkan untuk persiapan pelaksanaan MTQ ke 13 pada tahun 1983 namun hanya tribun Barat dan tribun Selatan. Setelah pelaksanaan MTQ tersebut, Gubernur Ir. H. Azwar Anas sebagai pemimpin pemerintahan daerah Tk. I Sumatera Barat, melanjutkan pembangunan tribun terbuka (timur dan utara), dan baru selesai pada tahun 1985.

Stadion yang berkapasitas kurang lebih 25.000 orang ini bukan hanya rumah bagi Semen Padang FC dan PSP Padang. Stadion ini juga merupakan tempat bercerita, menyampaikan rasa bagi para suporter Semen Padang dan PSP Padang baik berbentuk komunitas atau pun tidak.

 

2. Stadion Imam Bonjol (Padang)

Stadion Imam Bonjol, Padang

Lapangan yang memiliki tribun berkapasitas 5.000 orang ini sempat diberi nama dengan istilah Jepang “Nanpo Hodo” yang berarti “Angin dari Selatan”. Setelah kemerdekaan, pemerintah sempat menjadikannya sebagai kompleks stadion dengan nama Stadion Benteng. Setelah berdirinya Stadion Gelora Haji Agus Salim pada 1980-an, pemerintah menyematkan nama Imam Bonjol untuk Stadion ini. Namun, stadion yang dikelola oleh Kodim 0302 Padang tersebut dibongkar pada tahun 1992 dan berubah fungsi seiring hadirnya Stadion H. Agus Salim

 

3. Stadion M. Yamin (Sijunjung)

Stadion M. Yamin, Sijunjung

Stadion M. Yamin adalah stadion sepakbola yang terletak di Kabupaten Muaro Sijunjung, Sijunjung, berkapasitas 10.000 orang. Stadion ini juga merupakan kandang Semen Padang FC pada tahun 2009 hingga 2010 karena renovasi Stadion H. Agus Salim yang terkena dampak gempa yang mengguncang Sumatera Barat pada 2009.

 

4. Stadion Mauli Warmadewa (Dharmasraya)

Stadion Mauli Warmadewa, Dharmasraya | @papah_ashaliatar via Instagram

Stadion yang memiliki kapasitas penonton hingga 30.000 orang ini menjadi lokasi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat ke XIII pada tahun 2014. Nama stadion tersebut diambil dari nama salah seorang Maharaja Melayu yang pernah memerintah di Kabupaten Dharmasraya, Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa, pada tahun 1286–1316.

Dengan berlalunya Porprov, stadion ini jarang terpakai dan berubah fungsi menjadi tempat menghabiskan sore bagi warga setempat.

 

5. Stadion Ombilin (Sawahlunto)

Stadion Ombilin, Sawahlunto | bola.com

Stadion berkapasitas 5.000 orang yang dioperasikan oleh Pemko Sawahlunto ini pernah telah mengalami dua kali renovasi pada tahun 2002 dan 2013. Ukuran lapangan pada stadion ini sudah berstandar nasional dengan ukuran 100x70m. Klub lokal yang mengadopsi stadion ini sebagai homebase mereka adalah PS GAS Sawahlunto

 

6. Stadion Ateh Ngarai (Bukittinggi)

Stadion Ateh Ngarai, Bukittinggi | @papah_ashaliathar via Instagram

Stadion Ateh Ngarai yang dahulunya dikenal dengan stadion PSA pada masa lalu melahirkan pemain-pemain besar berskala nasional sebut saja Asmawi Jambak (ex. Arseto Solo) dan Hendri Susilo yang pernah melatih Putra Samarinda di ISL. Namun kini, walau kondisi lapangan tidak merana namun stadion ini bisa dibilang sudah tidak layak lagi untuk menggelar sebuah pertandingan sepakbola berstandar nasional.

To Top