Artikel

8 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Gunung-Gunung di Sumbar

International Mountain day atau Hari Gunung Sedunia di tetapkan Majelis Umum PBB pada tanggal 11 Desember. Sejak tahun 2003, setiap tahun untuk menciptakan kesadaran tentang pentingnya pegunungan untuk kehidupan, untuk menyoroti peluang dan hambatan dalam pengembangan daerah pegunungan dan membangun aliansi yang akan membawa perubahan positif bagi masyarakat gunung khususnya dan lingkungan di seluruh dunia pada umumnya.

Berhubung sekarang bertepatan dengan Hari Gunung Sedunia, penulis mau bahas tentang 8 hal yang harus kamu ketahui tentang gunung-gunung di Sumbar

1. Bisa melihat Gunung Kerinci dari Puncak Gunung Talang

Gunung Talang

Sumber : wisatagunung.com

Pemandangan di puncak Gunung Talang (Puncak Top) memang sangat luar biasa dengan pemandangan tiga danau di puncak nya, danau atas, danau bawah, dan danau talang.

Dari puncak Gunung Talang kita bisa melihat beberapa gunung di Sumatera Barat, seperti Gunung Marapi dan Gunung Singgalang. Tapi jika kita berbalik ke arah Timur, kamu akan melihat Gunung Kerinci di Kerinci, Jambi kalau cuaca sedang bagus dan tidak berawan.

loading...

Jarak Gunung Talang ke Gunung Kerinci menurut Google Maps adalah 103 km, dan kita bisa menyaksikan Gunung Kerinci dari puncak Gunung Talang, luar biasa gak sih? Gunung Kerinci merupakan gunung api tertinggi se-Indonesia dengan ketinggian 3805 mdpl yang berada di antara Provinsi Jambi dan Sumatera Barat.

2. Gunung Marapi dan Gunung Merapi

Gunung Marapi merupakan gunung yang berada di Sumatera Barat dengan ketinggian 2891 mdpl, sedangkan Gunung Merapi merupakan gunung yang berada di bagian tengah Pulau Jawa dengan ketinggian 2930 mdpl per 2010 (masih bertambah karena gunung berapi ini gunung berapi teraktif di Indonesia).

Konon menurut orang-orang tua, kesamaan nama dari kedua gunung ini karena mereka memiliki siklus aktif yang sama. Jadi misalnya Gunung Merapi sedang aktif, tidak menutup kemungkinan Gunung Marapi juga akan aktif. Bisa jadi ini benar, karena kemungkinan kedua gunung ini memiliki jalur cincin api yang sama.

3. Fantasi Lord of the Rings atau The Hobbit di Hutan Lumut Gunung Singgalang

Ketika kita sampai di hutan lumut Gunung Singgalang, kita akan berfantasi pasti seperti berada di dunia khayalan Middle Earth, lokasi cerita Lord of the Rings dan The Hobbit. 

Hutan Lumut Gunung Singgalang

Hutan Lumut Gunung Singgalang Sumber: iqbalrois

 

Puzzlewood

Puzzlewood Sumber : merdeka.com

Konon kabarnya, Puzzlewood merupakan salah satu lokasi nyata yang menjadi inspirasi Tolkien (penulis Lord of the Rings dan The Hobbit) saat menuliskan Lord of The Rings. Tolkien memang sering berkunjung ke sana. Jadi, bisa jadi mungkin jika Old Forest, Mirkwood, dan Lothlorien merupakan tiruan dari Puzzlewood.

Jika Tolkien sering mendaki Gunung Singgalang, bisa jadi hutan lumut di Gunung Singgalang yang bakal yang jadi inspirasi nya bukan?

4. Lapangan / Camp dari Rambu 54 Gunung Talang gak kalah dengan Lautan Pasir Gunung Bromo

Lautan Pasir Bromo

Lautan Pasir Bromo. Sumber: wisatapriangan.co.id

Camp Talang

Camp Talang

Lautan Pasir di Gunung Bromo adalah pintu barat untuk mendaki ke Puncak Gunung Bromo sedangkan Camp di Gunung Talang ini adalah camp istirahat pendaki sebelum ke Puncak dari jalur Alahan Panjang.

Mirip gak sih? Walau gak mirip-mirip amat, tapi keindahannya sepadan kan.

5. Telaga Dewi di puncak Gunung Singgalang dengan ketinggian 2762 mdpl

Gunung Singgalang secara geografis terletak di Kabupaten Agam, gunung singgalang merupakan jenis gunung vulkanis yang sudah tidak aktif lagi.

Telaga Dewi memang memiliki keindahan yang luar biasa, berada di puncak Gunung Singgalang dan juga sebagai lokasi camp terakhir sebelum puncak atau Pilar.

Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo. Sumber: anekatempatwisata.com

 

Telaga Dewi

Telaga Dewi. Sumber : kompasiana.com

Telaga Dewi di Gunung Singgalang gak kalah menarik di banding Ranu Kumbolo lokasi shooting film 5 cm dimana Zahran dan Genta mandi, kalo mandi di sini yang penting kuat dingin, karena Telaga Dewi berada di ketinggian 2762 mdpl, sedangkan Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2400 mdpl, otomatis ya Telaga Dewi jauh lebih dingin.

6. Gunung Talamau dengan 13 Telaga nya

Puncak Gunung Talamau

Puncak Gunung Talamau

Gunung Talamau merupakan gunung tertinggi di Sumatera Barat yang berada di Kabupaten Pasaman Barat. Gunung Talamau merupakan Gunung api yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Talamau memiliki ketinggian 2982 mdpl.

Salah satu pesona Gunung Talamau adalah 13 buah telaga yang terlihat dari puncaknya. Telaga ini cukup unik, karena setiap orang yang datang akan melihatnya dengan jumlah yang berbeda.

7. Pendakian Tri Arga 

Mungkin yang satu ini terdengar asing bagi pendaki pemula, tapi di Sumbar juga ada pendakian berantai kayak Gunung Triple ‘S’ di Jawa, yaitu Gunung Slamet, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing.

Di Sumbar kita juga punya jalur pendakian Tri Arga, yaitu Gunung Singgalang, Gunung Marapi, Gunung Tandikek.

8. Sajak gunuang Marapi sagadang talua itiak

Peribahasa di atas sering kita dengar dari orang-orang tua dan juga ada di mata pelajaran muatan lokal Budaya Alam Minangkabau (BAM).

Menurut sejarah, nenek moyang orang Minangkabau berasal dari lereng Gunung Marapi, hal ini di tandai dengan terdapatanya ini Nagari Pariangan di Kabupaten Tanah Datar.

Konon, nenek moyang kita dahulu tinggal di lereng Gunung Marapi, nampaklah di bawah kaki gunung adanya Luhak nan Tigo (3 cekungan daratan).

Luhak nan Tigo itu yang sekarang diketahui sebagai Wilayah Kabupaten Tanah Datar (termasuk Kota Padang Panjang) sebagai Luhak nan Tuo, Wilayah Kabupaten Agam (termasuk Kota Bukittinggi) sebagai Luhak nan tengah, dan Kabupaten Lima Puluh Kota (termasuk Kota Payakumbuh) sebagai Luhak nan Bungsu.

 

sumber : google

sumber : google

Tapi di balik keindahan alam, sejarah dan keunikan gunung-gunung yang ada di Sumatera Barat, sebaiknya kita jangan merusak ciptaan Tuhan dengan meninggalkan sampah kertas tulisan “Dapat Salam dari 2891 mdpl” dan sampah-sampah non-organik lainnya.

Sebelum naik gunung alangkah lebih di ilhami dulu etika pendakian ini

Jangan mengambil apapun kecuali gambar,

Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak

Jangan membunuh apapun kecuali waktu.

Jika setiap pendaki gunung melaksanakan etika di atas, keindahan alam termasuk lingkungan hidup akan tetap terjaga kelestariannya.

Sehingga kita akan bisa mendaki gunung lagi untuk beberapa tahun yang akan datang, bahkan seabad kemudian, dengan keindahan bunga edelweiss (alasan kenapa kenapa tidak boleh memetik bunga edelweiss bisa baca disini ) yang bermekaran di puncak gunung sebagai obat penat sehabis mendaki gunung.

 

Komentar

Trending

To Top
Loading...