Artikel

9 Hal Unik Yang Cuma Ada di Sumatera Barat

Minangkabau

Kalau ngomongin soal Sumatera Barat emang nggak ada habisnya dan nggak ada matinya. Banyak hal-hal menarik untuk dibicarakan dituliskan. Tentang apapun itu, karena di Sumbar semuanya ada, termasuk hal-hal unik yang cuma ada di Sumbar itu sendiri, seperti 10 hal berikut ini:

Jam Gadang Yang Hanya Dua di Dunia

Dalam rangka memperingati 31 tahun pencanangan Kota BUkittinggi sebagai Kota Pariwisata, Pemko Bukittinggi membebaskan biaya masuk ke objek wisata di Kota tersebut selama satu hari pada tanggal 11 Maret 2015.

Foto Jam Gadang oleh Afrizal Ikhsan

Jam Gadang adalah salah satu keunikan Sumbar yang terletak di jantung Kota Bukittinggi. Uniknya jam gadang ini adalah mesinnya yang sama dengan Big Ben di Inggris dan saat ini hanya tinggal 2 buah saja, yaitu Jam Gadang dan Big Ben.

Selain itu Jam Gadang yang merupakan ikon Kota Bukittinggi ini penulisan angka 4 pada jam tersebut tidak mengikuti aturan penulisan angka Romawi sebagaimana mestinya. Di Jam Gadang angka empat ditulis IIII bukan IV, hal ini sampai sekarang masih menjadi perdebatan tersendiri.

Jembatan Akar

jembatan akar

Jembatan Akar | Foto: Caters News Agency

Jembatan Akar (Bahasa Minang: Titian Aka) merupakan sebuah objek wisata yang terbuat dari akar hidup dari dua buah pohon beringin yang melintasi sungai Batang Bayang. Objek wisata yang sudah berumur lebih dari 100 tahun ini berada di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Jembatan Akar sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang. Diyakini jembatan ini mulai dirajut oleh seorang ulama bernama Pakih Sokan pada tahun 1890 dan mulai digunakan pada tahun 1916.

loading...

Bukittinggi Pernah Menjadi Ibukota Negara

Kota Bukittinggi bersama Gunung Marapi saling memberi keindahan

Kota Bukittinggi bersama Gunung Marapi saling memberi keindahan

Selain melahirkan banyak tokoh dan pahlawan nasional Kota Bukittinggi juga pernah menjadi Ibu Kota Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1948 ketika terjadi Agresi Militer Belanda II.

Negara Indonesia sendiri pada waktu itu memang berada dalam keadaan darurat, dimana Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditahan oleh penjajah. Semasa PDRI di Kota Bukittinggi, Indonesia dipimpin oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara.

bersambung ke halaman selanjutnya

Komentar

Pages: 1 2 3

Trending

To Top
Loading...