Artikel

Jembatan Akar Berusia Satu Abad di Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan

Objek wisata ini berlokasi di di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Objek wisata ini berjarak 85 Km dari Kota Padang atau sekitar 25 kilometer dari Pasar Baru Kecamatan Bayang. Dari Kota Padang membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam 30 menit untuk mencapai objek wisata ini.

Jembatan akar yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Pesisir Selatan ini memiliki panjang sekitar 25 meter, lebar 1 meter, dan ketinggian 100 meter. Menurut situs resmi Pemkab Pesisir Selatan, jembatan ini dibangun pada tahun 1916 dan butuh 26 tahun hingga selesai. Jembatan ini lebih dikenal dengan sebutan titian akar oleh masyarakat setempat

Menurut cerita masyarakat, Jembatan Akar dibuat oleh Pakiah Sokan alias Angku Ketek bersama masyarakat Desa Puluik-puluik, tempat jembatan ini berada.

Di Pesisir selatan, Pakiah Sokan adalah seorang yang berilmu tinggi dan sering memberikan pengajian. Ide untuk membuat Jembatan Akar muncul setelah titian bambu yang biasa digunakan masyarakat, sering hancur dan diseret air bah bila Sungai Batang Bayang meluap.

Jembatan ini adalah bersatunya atau menjalinnya akar dari dua pohon yang ditanam Pakiah Sokan di kedua sisi sungai. Dua pohon tersebut adalah pohon Kubang dan pohon Beringin, yang ditanam di Kampung Puluik-puluik dan Pohon Beringin yang ditanam di Dusun Lubuak Silau.

Awal era 90an, jembatan ini mulai diperkenalkan sebagai salah satu objek wisata di Pesisir Selatan. Seiring berjalannya waktu, lokasi wisata ini berkembang dengan tambahan fasilitas pendukung bagi pengunjung seperti areal parkir, musholah, WC, gazebo-gazebo, dan jembatan gantung sebagai jembatan alternatif.

Jembatan Akar Berusia Satu Abad di Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top