Kampus

LP2I F-MIPA Unand Bekali Mahasiswa Keterampilan Menulis

Peserta magang LP2I Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Andalas Padang, berfoto bersama usai pembekalan menulis kreatif, Ahad (13/9), di Gedung Seminar F kampus itu. (Foto: Ist.)
Peserta magang LP2I Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Andalas Padang, berfoto bersama usai pembekalan menulis kreatif, Ahad (13/9), di Gedung Seminar F kampus itu. (Foto: Ist.)

Peserta magang LP2I Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Andalas Padang, berfoto bersama usai pembekalan menulis kreatif, Ahad (13/9), di Gedung Seminar F kampus itu. (Foto: Ist.)

Padang – Lembaga Pustaka dan penerbitan Islami (LP2I) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Andalas Padang, Ahad (13/9), memberikan pembekalan menulis kreatif kepada mahasiswa F-MIPA.

Sebanyak 70-an mahasiswa magang LP2I angkatan pertama mengikuti kegiatan itu dan dibimbing pemateri Muhammad Subhan, Motivator Kepenulisan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Ketua Umum KKM LP2I F-MIPA Universitas Andalas, Arif Efendi, didampingi Ketua Panitia, M. Adril,di sela-sela acara mengatakan, peserta antusias mengikuti pembekalan tersebut. Acara berlangsung di Gedung Seminar F Universitas Andalas, Limau Manis, Padang.

Menurut Arif, menulis merupakan keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa baru, sebab tugas-tugas perkuliahan menuntut mahasiswa mahir menulis.

“Pembekalan ini juga sebagai persiapan kami membentuk lembaga pers kampus di tingkat Fakultas MIPA,” ujar Arif.

loading...

Sementara Muhammad Subhan dalam materinya bertajuk “The Power of Writing” mengungkapkan dahsyatnya kekuatan menulis.

“Buku-buku teks yang dipelajari di sekolah dan kampus ditulis oleh para pengarang. Andai para pengarang itu tidak ada, otomatis ilmu pengetahuan tidak ada,” ujar Muhammad Subhan yang baru-baru ini meluncurkan novel terbarunya “Rumah di Tengah Sawah”.

Dia mengajak mahasiswa magang LP2I F-MIPA Unand untuk menulis dari hal-hal sederhana, lalu fokus dan serius. Penulis-penulis sukses hari ini, katanya, adalah penulis yang fokus dan serius di bidangnya.

“Sebelum menulis karya ilmiah, sebaiknya menulis fiksi lebih dahulu. Bisa puisi, cerpen atau novel. Fiksi melatih kemampuan berbahasa dan ‘rasa’. Tulisan yang memiliki ‘rasa’ akan disukai pembaca,” tambahnya. (rel)

Komentar

Trending

To Top
Loading...