Sumbar

Analisis Cuaca Ekstrem Sumatera Barat Tanggal 09 Oktober 2017

Hujan ringan dan angin kencang diprediksi masih akan melanda Sumatera Barat hingga penghujung tahun.

1. Kejadian

Terjadi hujan lebat diwilayah Sumatera Barat pada tanggal 08 Oktober hingga 09 Oktober 2017, berikut data curah hujan pada tanggal 10 Oktober 2017 pukul 07.00 WIB :

  • Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman : 77.3 mm (Hujan Sangat Lebat )
  • Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur : 139,5 mm ( Hujan Ekstrem )
  • Stasiun Klimatologi Padang Pariaman :19 mm ( Hujan ringan )
  • Stasiun Geofisika Silaing Bawah Padang Panjang : 3,0 mm ( Hujan ringan )
  • SPAG Koto Tabang : 8,8 mm ( Hujan ringan )
  • Pos Hujan Batang Bantahan Pasaman Barat ( data PU ) : 117 mm (Hujan Ekstrem )
  • Pos Hujan Talamau Pasaman Barat : 49 mm

2. Dampak

Dilaporkan terjadi banjir di Nagari Bantahan Pasaman Barat dimana 13 unit rumah rusak, Genangan air di beberapa ruas jalan Kota Padang, Hujan lebat di Bandara Internasional Minangkabau yang mengakibatkan terganggunya penerbangan.

3. Analisis

loading...

Hujan lebat di Sumatera Barat khususnya diwilayah Mentawai dan Pesisir Pantai barat Sumatera Barat seperti Padang Pariaman, Tiku,Kota Pariaman, Kota Padang,Pasaman Barat, Pesisir Selatan diakibatkan oleh beberpa faktor pola cuaca sebagai berikut :

a. Adanya gangguan cuaca di barat Mentawai yaitu adanya pola massa udara siklonik yang mengakibatkan pertumbuhan awan awan hujan dalam skala luas di periaran barat Mentawai dan bergerak menuju daratan Sumatera Barat.

b. Madden Jullian Ossilation/ Gelombang rambat uap air di sekitar khatulistiwa berada pada phase 3 dimana pada phase ini terjadi penambahan pasokan uap air diwilayah barat Sumatera Barat

c. Adanya pola konvergensi atau pertemuan massa udara disekitar wilayah Sumatera Barat yang mengakibatkan pertumbuhan awan awan hujan.

4. Prospek 3 Hari Kedepan

—> Sirkulasi siklonik di samudera HIndia Barat Sumatera / Barat Mentawai

—> MJO/Madden Julian Ossilation phase 4,dimana Madden Julian Ossilation pada phase 4 masih berpotensi menambah pasokan uap air ke wilayah daratan Sumatera Barat

—> perlambatan dan pertemuan massa udara disekitar wilayah samudera hindia dan daratan Sumatera Barat yang berpotensi pertumbuhan awan awan hujan

—> Pergerakan massa udara cenderung dari barat

dari pertimbangan diatas maka prospek cuaca tanggal 10-12 Oktober 2017 sebagai berikut :

—> Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, 50 Kota, Sawah Lunto Sijunjung, Dharmasraya, Agam (Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Tiku, Maninjau, Malalak, Matur, meluas ke Bukit Tinggi), Padang Panjang, Tanah Datar, Padang Pariaman (Lembah Anai, Kayu Tanam, Sicincin, Padang Sago, Tandikat, Pauh Kambar, Ulakan, Lubuk Alung, Batang Anai) Pariaman , Padang, Solok, Pesisir Selatan bagian barat (Tarusan, Kambang, Painan, Air Haji, indra Pura)

—> Potensi angin agak kencang dengan kecepatan maksimal mencapai 30-40 km/jam di wilayah Kepuluan Mentawai, Pasaman Barat, Pariaman, Padang Pariaman bag barat, Padang (hampir merata), Pesisir Selatan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman

dibuat tanggal : 10 Oktober 2017 , pukul 09.00 WIB

Komentar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

To Top
Loading...