Berita Pilihan

Ombudsman: Papa Tangkas Gada Inovasi Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman

Parit Malintang – Disela penyelesaian laporan masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat menyempatkan melihat inovasi pelayanan publik Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman.

Adel Wahidi selaku Plt Kaper Ombudsman menyampaikan empat hari kehadiran Ombudsman di Padang Pariaman dalam rangka penyelesaian laporan masyarakat dan pengawasan PPDB 2018.

“Di sela perjalanan dinas ini, kami menyempatkan mengunjungi inovasi layanan dinkes yang baru saja diluncurkan oleh Menteri Kesehatan bulan Mei kemaren”, ujar Adel.

“Inovasi ini hebat, ini yang harusnya hadir di kota/kabupaten di Indonesia, Call Center 119 dengan nama Padang Pariaman Tanggap Kasus Darurat (Papa Tangkas Gada) melayani 24 jam kejadian kesehatan di masyarakat Kabupaten Padang Pariaman”, tambah Adel.

Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman Aspinuddin atau Dokter Jimmy menyampaikan inovasi ini dilatarbelakangi karena tingginya angka kematian dalam kasus gawat-darurat yang disebabkan oleh keterlambatan penanganan medis.

“Papa Tangkas Gada bertujuan agar mempercepat waktu respon penanganan korban kegawatandaruratan pra rumah sakit, mempercepat proses evakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat, mencegah kecacatan dan kematian akibat kegawadaruratan”, imbuh dokter Jimmy.

“Dari Januari hingga saat ini, sudah ada sekitar 493 laporan yang sudah ditanggapi dan kira-kira dalam sebulan itu ada 82 laporan atau 2 sampai 3 laporan dalam sehari. Saat ini kita memiliki 9 orang operator yang bekerja 3 shift. Papa Tangkas Gada 119 terhubung dengan berbagai rumah sakit, baik di Sumbar maupun di daerah lain, termasuk Jakarta. Sehingga mengetahui kondisi terkini rumah-rumah sakit rujukan seperti kehadiran dokter umum dan dokter spesialis serta apakah ada tempat tidur yang kosong di ruang rawat inap atau penuh”, imbuhnya.

Ia menambahkan, “Papa Tangkas Gada 119 tidak hanya ditujukan kepada rakyat Padang Pariaman, namun khususnya bagi pengguna jalan di seluruh wilayah Padang Pariaman, baik akibat mengalami kecelakaan, musibah, serangan jantung, stroke maupun gawat darurat lainnya. Selain itu kita juga menyediakan anggaran apabila dalam pertolongan darurat membutuhkan biaya rumah sakit sampai keluarga penerima manfaat ini datang untuk menemui salah satu anggota keluarganya yang tertimpa musibah tersebut”.

Trending

To Top