Kuliner

Jangan Ngaku Pernah Ke Sumatera Barat Kalau Kamu Belum Mencoba Gulai Tambunsu

Gulai Tambunsu. Satu jenis kuliner yang harus, harus, dan harus kamu coba ketika sedang berkunjung ke Sumatera Barat. Satu penganan tradisional yang terbuat dari olahan usus sapi yang sudah dimasak, lalu diisi kocokan telur berbumbu. Bumbu-bumbu yang dipakai dalam adonan telur ini adalah: santan, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan sedikit cabai. Ada yang suka, namun ada juga yang geli dan tidak berminat untuk mencoba ketika mendengar kuliner tradisional Minangkabau ini terbuat dari usus sapi.

Gulai berkuah kental dari usus sapi ini diisi kocokan telur berbumbu. Ketika telur masih dianggap bahan mewah di masa lalu, kadang-kadang isi gulai tambusu juga “diganjal” dengan tahu dan tempe yang dihancurkan dan dikocok bersama telur ayam. Sayangnya, campuran tahu justru membuat gulai tambusu tidak dapat bertahan lama dan cepat menjadi masam, ada baik nya isi usus ini cukup dengan adonan telur bebek yang di bumbui.

Setelah diisi, usus sapi yang masih panjang ini direbus selama sampai matang. Isi dari tambunsu tersebut mengembang selama proses pemasakan, sehingga ususnya berpenampilan seperti sosis yang gemuk menggiurkan. Tidak mudah memasak usus yang sudah diisi adonan telur dan santan ini karena selama memasak harus terus diaduk. Bila tidak diaduk, usus akan menjadi besar sebelah karena kematangannya tidak merata. “Sosis” ini kemudian dipotong-potong sesuai kebutuhan, dan dimasak lagi sebentar di dalam kuah gulai bersantan kental.

Kamu bisa dengan sangat mudah menemukan kuliner tradisional Minangkabau ini di warung Nasi Kapau yang tersebar di hampir seluruh Sumatera Barat, kota-kota di Sumatera, dan beberapa tempat di pulau lain di Indonesia. Harganya yang terjangkau pasti akan membuat kamu ingin nambah lagi dan lagi.

Jika kamu berkunjung ke kota Bukittinggi, kamu bisa dengan mudah menemukan Gulai Tambunsu ini di kawasan Pasa Ateh dan Pasa Lereng yang dekat dengan Jam Gadang yang sudah terkenal se-Indonesia itu. Minangkabau siap menunggu kamu menikmati kuliner tradisionalnya.

 

Sumber:

ayokepariaman.id

ranahbundo.wordpress.com

Trending

To Top